5 solusi mandeg

“5 SOLUSI BISNIS MANDEG”

 

  1. Kurang Cerdik!

Salah satu mental ‘juara’ yang biasa dialami oleh para pebisnis (terutama yang masih muda kayak sobat semua), adalah KEGAGALAN MELIHAT PELUANG EMAS.

Kegagalan melihat peluang emas ini bisa jadi karena kita memakai kacamata kuda. Kita menganggap bisnis ini hanya bisa berkutat di area yang sudah kita batasi, sehingga pengembangan yang seharusnya bisa kita garap malah kita abaikan.

Tipsnya adalah Latih mata dan hati untuk melihat peluang, sekecil apapun.

Tapi ada lagi alasan lain di area kecerdikan, dan ini lebih tricky karena agak saru dengan melihat peluang, yaitu jelalatan. Lah, jelalatan gimana, Sob?

Jelalatan artinya tidak fokus. Setiap ada ‘peluang’ kita garap, meski itu bukanlah kompetensi utama bisnis kita. Hmmm, bingung bedain ‘jelalatan’ dengan ‘melihat peluang’? Sikat contoh dibawah ini.

Saya suka banget yoghurt dan saya supplier yoghurt untuk beberapa restoran sunda. Pada suatu hari, ketika berselancar di instagram, saya melihat usaha restoran ala-ala ternyata lagi hits. Karena saya mainnya di yoghurt dan menjadi supplier untuk beberapa restoran sunda, saya kepikiran untuk bikin restoran juga. Biar sekalian gitu bikin supplier buat diri sendiri, kan keren.

Nah, itu Sob, namanya jelalatan!

Kenapa jelalatan? Karena restoran bukanlah kompetensi utama saya. Kompetensi utama saya di produk olahan susu. Ketika saya bisnis restoran, kompetensi utamanya haruslah jasa membuat masakan dan melayani pelanggan. Kefir OKE, Restoran NOT OKE.

Tips yang selanjutnya yaitu Kembangkan kompetensi utama bisnis kita, jangan gampang tergiur bidang yang tidak ada kaitannya.

  1. Truth be told

Tidak ada orang yang mau bekerja untuk dimarah-marahi, dan diinjek-injek (kecuali situ maksudnya buat mijitin).

Truth be told, ya. Yang butuh karyawan itu Anda atau mereka?

Mereka punya pilihan untuk bekerja di tempat lain, sementara Anda tidak punya banyak opsi dan keleluasaan untuk menjaring karyawan terbaik. Ayolah, Anda belum sekelas Google, toh? Anda lebih butuh mereka dibandingkan mereka butuh Anda.

Dan punya karyawan itu bukan sesuatu yang membanggakan, lho. Karena memiliki karyawan artinya Anda terbukti GAGAL melakukan bisnis sendirian. Mereka hadir untuk membantu Anda. Mereka adalah aset terbesar Anda.

Lah terus, kalau karyawan Anda ternyata sulit diatur dan lain sebagainya, yang salah siapa? Mereka atau Anda?

Sebagai pemimpin, ya tunjuk hidung Anda sendiri.

Lha, Anda cara mimpinnya gimana??

So, tipsnya pertamanya adalah : Be Bro and Respectful!

Kedekatan personal penting banget, Sob. Karena semakin dekat Anda dengan karyawan, semakin tinggi engagement mereka terhadap bisnis Anda. Semakin tinggi engagement, akan semakin keras usaha mereka untuk mencapai target bisnis!

Coba inget-inget jaman masih jadi kuli perusahaan dulu, pernah ngga dapet bos yang ngeselin? Yang ngasih deadline, lalu main marah begitu ngga mencapai target? Yang ngga pernah nanya kabar, yang ngga pernah mau duduk semeja, yang ngga pernah ngedengerin usulan?

Sekarang inget-inget bos asik yang bikin betah ngelembur malem-malem. Yang kalau datang sambil nyapa, yang pintunya terbuka lebar buat ditanya, yang menasehati dibalik dinding agar yang lain ngga mendengar?

Mau pilih jadi bos yang mana?

Etapi, Be Bro and Respectful bukan berarti tidak tegas ya, Sob.

Tips keduanya adalah : How, not What.

Jangan gara-gara pengen jadi Boss keren, Anda ngga menetapkan target, ngga negur ketika ada yang kurang sempurna, dan ngga memberikan arahan. Fungsi kepemimpinan harus tetap dijalankan. Yang terpenting adalah menggunakan cara yang tepat.

Ada contoh yang menarik:

Jika saya meminta karyawan saya beli pispot baru yang masih diplastikin, dan saya minta pispotnya direndam dalam air mendidih selama 15 menit agar kuman hilang, pispot ini nantinya bersih ngga? Bersih dong.

Nah, kemudian saya minta karyawan saya yang lain bikin sayur sop, yang uenak banget. Pas saya cicipi, rasanya seger hangat pas gimanaa gitu. Hehe.. Ngiler ga?

Si sayur sop ini saya tuang ke pispot bersih tadi.

Plung!

Mau makan ga?

Nggaaaa!

Hehe, jadi yang penting CARANYA bukan ISINYA. Sekeren-kerennya isi, kalau disajikan dengan MENYEBALKAN, ngga akan ditelen. Sumpah.

  1. Rasa Egois kamu!

Sahabat ritel, terkadang ketika memimpin bisnis kamu melupakan satu hal yaitu ego. Dalam menjalankan sistem kamu selalu memandang sebelah mata akan semua yang berada disekitar lingkungan kerja, sehingga apa yang telah dilakukan akan kurang berjalan mulus.

Coba sekarang sebutin semua bagian hal penting dalam bisnis kamu! Apa semuanya sudah benar-benar disebutkan sahabat ritel?

Apa ego kamu udah masuk dalam list yang kamu buat?

Yups itu adalah salah satu faktor yang sebenarnya penting sob dalam bisnis kamu sekarang, dan ini lengkapnya deh satu lagi tips dari kita.

Tipsnya adalah Sayangi Lingkunganmu

Sobat Ritel, tempat bisnis kamu beserta lingkungan dan seluruh elemen yang berada disitu merupakan satu kesatuan loh yang harusnya menjadi salah satu fokus penting kamu dalam menjalankan bisnis, karena semua itu berperan penting dalam bisnis kamu.

Bisnis kamu bakalan sehat kalo emang kamu yang mimpinnya bisa kendaliin semua yang menjadi elemennya, termasuk karyawan dan lingkungan.

Kamu harus mulai mendekatkan diri pada karyawan, mengerti dan lebih banyak mendengar adalah kuncinya. yakin deh ketika kamu sudah dekat dan mengerti karyawan, maka dengan sendirinya mereka akan menghormati dan nurut sama semua perintah kamu sebagai pimpinan.

dan tips selanjutnya : Tanam dan Panen

Percayalah seorang pemimpin itu akan selalu jadi panutan dari karyawannya, maka ketika kamu memberikan contoh yang kurang baik jangan heran ketika kamu menemukan salah satu karyawan kamu yang kurang teladan dan disiplin.

Tularkan dan selalu berikan contoh keteladanan buat karyawan-karyawan kamu, maka dengan sendirinya kamu akan merasakan feedback dari semua kebaikan yang ditularkan pada karyawan-karyawan kamu.

Ingat yaa sob, team atau karyawan kamu sekarang sebenarnya adalah cerminan dari seorang pemimpinnya sendiri, yaitu kamu.

  1. Kamu Bukan Super Boss

Hai sobat ritel, kenapa bisnis kamu masih saja belum ada kemajuan dan hanya bisa berjalan tanpa berkembang? ayo cek kembali apakah sudah check dan recheck lagi semua kerjaan dari masing – masing karyawan kamu?

Sobat ritel ketika kamu mau mengembangkan bisnis, maka yang perlu kamu ketahui adalah “kamu adalah pejuang”. Kebanyakan pada awal kita berbisnis, kita tidak ingin orang banyak tahu tentang bagaimana cara melakukan bisnis anda yang sesuai dengan harapan anda. Sehingga pada pelaksanaannya, kamu justru mengambil alih pekerjaan yang tidak harus kamu lakukan sendiri.

Banyak diantara kita sebagai pelaku bisnis yang memaksakan sesuatu berdasarkan apa yang kita ketahui untuk meraih semua ekspektasi yang ada di benak kita. Disamping itu juga kita tidak menghiraukan dan juga meragukan apa yang dilakuan team yang kita miliki.

Sadar gak sih? Kamu justru membebani diri kamu sendiri dan memaksanya semaksimal mungkin tanpa memperhitungkan tujuanmu memiliki team. “This is not being the best player” tapi ni berkaitan tentang menciptakan team yang terbaik. Masalah tersebut tentulah dapat kamu atasi dengan baik.

Percaya atau tidak, dengan masalah tersebut kamu justru memperlambat perkembangan bisnis kamu guys.

Tipsnya sekarang Lakukan Perubahan

Guys kamu itu ga bakalan selamanya handle bisnis sendirian, kamu udah mesti belajar kasih kepercayaan lebih sama karyawan kamu. Gak selamanya materi yang ada di kepala kamu cocok untuk kamu tuangkan kedalam bisnismu.

Saatnya kamu turun tangan untuk memperkaya pengetahuan team kamu dan juga berdiskusi dengan mereka tentang goals kamu tentang bisnis kamu. Guys sdm yang kamu punya sekarang adalah aset perusahaan yang harus kamu manfaatkan, jadi dengan membuka pemikiran positif kamu harusnya mulai dari sekarang memberi kesempatan kepada sdm untuk mengembangkan diri dan kemampuannya dengan demikian bisnis kamu bakalan lebih menuju ke arah yang lebih baik.

Lakukan perubahan pada cara pandang dan berpikir kamu sahabat ritel, berikan kesempatan pada karyawan kamu dengan promosi jabatan atau tanggung jawab yang lebih besar. Dengan sikap seperti itu kamu akan dapat banyak nilai positif.

Jadi ini adalah saatnya untuk kamu berubah, berikan pengetahuan yang lebih dan  kepercayaan untuk team kamu guys. Kemudian rubah cara berfikirmu untuk lebih mengutamakan efisiensi waktu.

  1. Open Mind

Tau ga sih sebenernya kamu punya banyak banget potensi dalam diri kamu, coba lebih berani deh dan yakin kamu pasti bisa lebih baik dari kamu sekarang. Karena kenapa?!

Berani ini salah satu kunci dari BRAVE, dan BRAVE itu kunci untuk kita menjadi sukses. Percaya deh.

Terkadang kita terlalu melihat pekerjaan orang lain sebagai sesuatu yang luar biasa, kemudian hal tersebut justru membuat anda minder. pada akhirnya anda malu untuk melakukan sesuatu karena anda rasa anda sudah kalah telak dari seseorang yang anda jadikan benchmark.

Masalahnya adalah, kamu tidak menemukan cara terbaik untuk mengatasi rasa malu ataupun minder anda. Sehinggal kamu tidak dapat melangsukan ataupun menjalankan ide-ide kreatif yang kamu impikan sejak lama. Ayolah kawan, kemampuan kamu tidak hanya mengagumi cipta karya orang lain, saat nya anda untuk berubah survive dan membuktikan bahwa “Kamu Luar Biasaaa”

Tispnya adalah Kamu Luar Biasa

Berani itu sangat diperlukan untuk kemajuan bisnis, karena keberanian adalah bagian penting dari sebuah bisnis. Dicontohkan ketika kamu harus berani untuk mengambil tindakan atau keputusan yang berdampak terhadap kemajuan bisnis kamu. Kesempatan itu tidak mungkin kamu lewatkan karena kesempatan tidak akan pernah dua kali.

Maka dari itu mari kita tingkatkan keberanian didalam diri kita untuk menjadi lebih baik dan akhirnya anda bisa bersaing dengan mimpi-mimpi bisnis anda saat ini. melangkah dengan berani cara nya adalah, kamu harus menghargai setiap apa yang telah anda lakukan dan berikan apresiasi untuk hal tersebut. Secara otomatis kamu akan merasa bahwa “kamu luar biasa”. Dan hal tersebut juga cenderung membuat kamu lebih percaya diri untuk melakukan tugas berikutnya. Dari keberanian dan kepercayadirian yang telah kamu bangun, anda akan lebih dinamis dan aktif.

Sebagai penyeimbang rasa keberanian dan percaya diri yang sudah kamu bangun, kamu harus juga didukung oleh kemampuan dan persiapan terlebih dahulu, karena apabila keberanian tanpa mempunyai persiapan dahulu itu namanya ceroboh. Maka dalam mengambil suatu kesimpulan kamu hendaklah mempelajarinya dan mendiskusikannya terlebih dahulu kepada rekan bisnis karyawan kamu sehingga di akhir keputusan akan menyimpulkan sesuatu yang terbaik.

Jadi mulai sekarang ayo latih lagi rasa keberanian kamu, dan kamu akan menjadi bagian dari Generation of BRAVE

Berani ketika kita ingin memajukan usaha atau bahkan ingin menjadikan usaha kita lebih baik lagi itu langkah awal untuk kita menjadi sukses.