BERHENTI MENUNDA HIDUP

Setiap manusia normal pasti mengalami rasa takut. Rasa takut bisa bersifat fisik dan bersifat psikis. Yang bersifat fisik adalah rasa takut karena menjaga keamanan tubuh. Seperti takut pada kereta yang tiba-tiba muncul di ujung rel, takut jatuh dari tebing, takut diterkam singa, takut tertusuk jarum, dan seterusnya.  

Takut jenis ini adalah jenis takut yang baik. Karena memotivasi kita untuk segera bertindak dalam situasi genting, meningkatkan kemungkinan survival kita dalam situasi hidup dan mati.

Ada juga rasa takut yang bersifat psikis. Seperti takut harapan tidak menjadi kenyataan, takut sesuatu yang kita sembunyikan muncul ke permukaan, takut terikat, takut dilupakan, takut apa yang akan terjadi setelah mati, dan sebagainya. Ada juga yang merasa takut pada hal-hal yang tidak biasa, seperti takut cacing, takut pada matahari, takut pada ruang tertutup, dan takut-takut lainnya, dan kita sebut ini sebagai fobia.

Ketakutan psikis inilah yang menghalangi kita dari hidup sepenuhnya, menghambat kita dari cita-cita dan tujuan yang harus kita capai, merusak irama hidup kita.

Saat kita kita takut pada hal-hal psikis, respon fisik kita sama dengan saat kita berhadapan dengan bahaya fisik. Adrenalin dan kortisol membanjiri otak, dan respon kita adalah flight or fight. Nah, apa yang akan terjadi jika kita membenamkan diri dalam ketakutan-ketakutan kita? Menunda hidup kita semata-mata karena kita takut untuk melangkah?

Karena adrenalin dan kortisol membanjiri otak secara terus-menerus, struktur otak kita akan berubah dan kontrol emosional akan menjadi labil. Jadi jangan heran, orang yang mengubur mimpi-mimpinya karena takut bisa berubah menjadi orang yang sensitif atau sulit mengendalikan diri.

Seberapa banyak dari kita yang menunda untuk benar-benar hidup hanya karena takut kita tidak layak untuk mimpi-mimpi kita? Seberapa banyak dari kita yang terpaksa melakukan sebuah pekerjaan hanya karena takut kita tidak akan mendapatkan yang lebih baik? Seberapa banyak diantara kita yang menunda mengatakan cinta hanya karena takut ditolak? Hehe..

 

Sadarkah kamu, setiap detik yang kamu lewati dalam rasa takut adalah detik-detik yang kamu sia-siakan dalam hidup? Bisa jadi, dalam kontinum ruang dan waktu yang lain, itu adalah detik dimana kamu sedang menjalani mimpimu atau bersama dengan orang yang kamu mau.

So?

Ketika lain kali kamu merasa takut, peluk saja rasa takut itu. Katakan, “Saya mengerti, Bro”, lalu persilakan dia ke pintu depan. “makasih nasehatnya looo..”, dan banting pintunya keras-keras.

Setelah itu, lakukan apa yang harusnya kamu lakukan!

 

Dalam proses mengejar mimpi, rasa takut pasti datang dan pergi. Okelah, cukup. Tahukah kamu bahwa balas dendam terindah itu dengan menunjukkan bahwa kamu bisa?

 

Bunuh rasa takutmu dengan semangat yang kamu punya!

Lakukan saja, BERHENTI MENUNDA HIDUP!

 

@dinarkarani