Blog Masonry Fullwidth

EAP

Extention Accelerate Program

Bergandengan tangan dengan para ahli sekaligus praktisi, Shafira Retail Intitute kini juga mendampingi para pekerja dalam program PRA PENSIUN sebagai aplikasi dari bisnis retail.

THE PROGRAM
SELF DEVELOPMENT

Identifikasi Pribadi dengan metode DISC, Perbandingan hasil identifikasi dengan minat, Outdoor Activation, Gala Dinner and Motivasi

MODEL BUSINESS KANVAS

Business Plan, Forecasting, Aplikasi

Facility

Hotel Bintang 5, Business Kit, Outdoor Activation, Merchandise, Transportasi

Coach

AHLI dan PRAKTISI dari bisnis retail

 

 

by Alfarisi Salman in Articles, Business, Developers, Events, Management & Leadership, News
169 fix

Big Bang EduRetail 2016

Hadiri dan meriahkan acara Big Bang EduRetail 2016

Sebuah acara yang di sajikan dalam rangka menjadikan generasi muda yang peduli terhadap retail dan business. Big Bang EduRetail akan diselenggarakan pada 14 Juni 2016 dan akan dimeriahkan oleh kurang lebih 5000 peserta dari berbagai kalangan seperti siswa, mahasiswa maupun umum. Bekerjasama dengan FOKUS, Trans Studio Bandung dan beberapa pihak terkait, Big Bang EduRetail mengahdirkan nuansa baru dalam hal pendidikan retail yang bersifat massive seminar.

Selain itu, Ippho Santosa, salah satu International Trainer dan Mega Bestselling Author, akan hadir dengan tema seminar “Marketing With Love”. Dilaksanakan tepat seminggu setelah Ramadhan, Big Bang EduRetail juga mengahdirkan konser ngabuburit bersama Sheila On 7.  Peserta pelatihan juga dapat menyaksikan festival pelajar yang di rancang oleh FOKUS (Forum Komunkasi Siswa Kota Bandung).

Dengan Harga Rp. 250.000.- peserta sudah mendapatkan ;

  1. Seminar Ippho Santosa + Sertifikat
  2. Konser Ngabuburit Sheila On 7
  3. Wahana bermain Trans Studio Bandung
  4. Takjil Berbuka Puasa

Tiket dan informasi bisa didapatkan melalui :

Email                          iretail@shafira.com

WA/ Tlp                     082227122792

by Alfarisi Salman in Articles, Business, Events, News, Sales and Marketing
Ask And You Shall Receive 2

The Art of Getting More of What You Want

Kenapa orang-orang yang sukses itu selalu mendapatkan apa yang mereka minta saat mereka minta? Apa ada yang berbeda dari cara mereka meminta? Apakah ini ada hubungannya dengan kepribadian atau keberuntungan? Atau ini seni yang bisa dipelajari oleh siapapun?

Keterampilan untuk meminta dan mengatakan tidak adalah salah satu kunci sukses orang-orang hebat. Tapi dalam budaya timur, asking directly of what we want memang tidak didorong, dan seringnya malah dikerdilkan, dianggap tidak sopan.

Nah, mata jadi penting sekali bagi kita untuk belajar cara meminta dengan baik. Thus, increasing the odds of getting what we want.

 

SATU: TAHU APA YANG KAMU MAU 

 

Deeeuh, memangnya ada orang yang ga tahu apa yang dia mau? Banyak. Bahkan bisa jadi kebanyakan dari kita sebetulnya ngga tahu apa yang kita mau.

Contoh, saya ingin karir yang melesat, keluarga yang harmonis, dan uang yang banyak. Tapi, karir yang melesat ini karir yang macam apa? Apakah dalam karir yang sekarang, atau karir yang lain, secepat apakah melesat itu, dimanakah zenith-nya? Keluarga yang harmonis ini yang seperti apa? Uang yang banyak ini sebanyak apa?

Perjelas dulu dengan pasti apa yang kamu benar-benar mau. Contoh, daripada mengaburkan diri dengan bilang “ingin jadi dosen”, perjelas saja, “tahun depan saya InsyaAllah ingin mengajar di salah satu universitas swasta, menjadi dosen ilmu komunikasi”. Itu baru jelas.

 

DUA: PERJELAS KENAPA KAMU MENGINGINKAN ITU

 

Setelah mengetahui apa yang kita inginkah, periksa kembali ke dalam hati, mengapa kita menginginkan itu? Apakah yang saya minta ini sesuai dengan nilai yang saya pegang? Apakah sesuai dengan tujuan hidup saya?

Jika ternyata jawabannya “tidak”, tanyakan lagi kepada hati, kenapa kita mengejar itu? Apakah itu penting untuk dikejar? Apakah ada hal lain yang lebih penting untuk kita kejar?

Jika ternyata jawabannya “ya”, yakinkan diri sendiri, siapkah untuk meng-ekspos ‘kelemahan’ kita? Karena saat kita meminta sesuatu sejatinya kita sedang menempatkan diri pada pihak yang membuka kelemahan. (Saya memerlukan sesuatu, dan kamu bisa memberikan apa yang saya mau).

Menampakan kelemahan itu baik. It’s part of being human, and it’s a very humbling experience.

 

TIGA: MINTA, SERIUS, MINTA SAJA

 

Jangan muter-muter dulu, ngga perlu cerita dari A ke Z, disambung ke A’ dan Z’. Serius, langsung minta aja. Kebanyakan dari kita ngga bisa membaca pikiran, dan malu untuk mengambil kesimpulan, jadi permudah sajalah. Tak perlu pakai kata bersayap, tak perlu pakai berpantun.  

 

EMPAT: LANGSUNG, JELAS DAN SPESIFIK

 

Sama dengan tips menulis, sedapat mungkin coba lengkapi unsur 5W+1H.

    What   : Apa yang kamu minta

    Why    : Kenapa kamu menginginkan itu

    When  : Kapan kamu menginginkan itu terjadi

    Where : Dimana kamu menginginkan itu terjadi

    Who    : Siapa yang kamu inginkan

    How    : Bagaimana cara mendapatkannya

Ngga perlu semua, selengkap yang kamu bisa aja.

 

lIMA: MINTA PADA ORAG YANG TEPAT

 

Nah, ini kunci-nya. Sebelum secara impulsif meminta jodoh pada setiap orang yang lewat di newsfeed, bukankah lebih baik meminta kepada orang yang benar-benar bisa mem-provide jodoh? Ustadz, misalnya. Hehe…

Serius nih, jika kamu ingin mendapatkan pendanaan untuk sebuah acara sosial, daripada email blast atau sms blast ke seluruh kontak, lebih hemat tenaga dan menyenangkan buat semua orang jika kamu bertemu para pemilik perusahaan atau pemimpin organisasi.

 

ENAM: TAMPILKAN PERMINTAAN DALAM BERBAGAI KESEMPATAN

 

Serius, iklan aja diulang-ulang, padahal ngga penting. Apalagi permintaan yang sesuai dengan nilai dan tujuan hidup. Sebisa mungkin, dalam berbagai kesempatan, ulangi permintaanmu.

Ganti aja redaksinya, biar orang yang mendengarnya ga bosen. Bikin setting yang memungkinkan orang ingat kamu saat mengingat objek yang kamu minta.

Seberapa sering? Sesering mungkin. 😀

 

TUJUH: FOLLOW-UP

 

Setelah minta, jangan lupa untuk meminta komitmen atas permintaan kamu.  Tindak-lanjuti permintaanmu, jangan dibiarkan sebatas wacana.

Follow-up adalah salah satu disiplin dalam mendapatkan yang kamu mau. Tidak setiap orang menindak-lanjuti permintaan mereka. Ya tembak aja, kemudian ditinggal. Hehe.. ngok banget.

Tips melakukan follow-up adalah dengan menanyakan:

  • Apakah situasi mendukung konteks dan konten permintaan? Jika konteks situasinya sedang rapat mengenai kericuhan internal -misalnya- adalah sangat tidak bijak jika kamu memutuskan untuk follow-up permintaan naik gaji.  
  • Apakah waktunya tepat? Jika si Boss lagi terlihat pusing, adalah sangat tidak bijak untuk memfollow-up permintaan naik gaji. Hehe..
  • Apakah saya sudah cukup pede? Kepercayaan diri itu penting saudara-saudara. Bayangkan kamu masuk ke ruangan si Boss untuk follow-up kenaikan gaji dengan bahasa tubuh yang ragu-ragu. Hmm, tidak meyakinkan. In order for people to be convinced about what you ask, you have to convince your self first.
  • Apakah saya siap bernegosiasi? Negosiasi adalah penting dalam follow-up. Selalu berikan ruang untuk negosiasi. Berikan alternatif dan opsi. Tapi jangan terlalu banyak. Tiga adalah jumlah opsi terbanyak.
  • Apakah saya siap berkomitmen? Negosiasi pasti menghasilkan komitmen. Mungkin si Boss akan minta kamu untuk bikin program kerja 100 hari jika kamu mendapatkan promosi yang kamu mau. Are you willing to do it? If yes, then hell yeah, congratulation! You just got your self a raise!

 

DELAPAN: FOLLOW-TROUGH

 

Setelah kamu mendapatkan apa yang kamu minta, please, follow-through semua komitmen yang kamu berikan.

Kembali ke contoh naik gaji. Jika kamu berkomitmen untuk melakukan program kerja 100 hari setelah berhasil mendapatkan promosi, ga ada pilihan lain bagi kamu selain melakukannya. Ini adalah disiplin lain yang dimiliki orang-orang hebat. Do follow-through. Do what you said you’ll do. Most people don’t.

 

Mudah-mudahan dengan menerapkan tips-tips di atas, kamu jadi lebih mudah mendapatkan apa yang kamu mau. May your dreams be near!

Be BRAVE to ASK ya guys!

@dinarkarani

by Alfarisi Salman in Articles, blog
BERHENTI MENUNDA HIDUP

Berhenti Menunda Hidup

Setiap manusia normal pasti mengalami rasa takut. Rasa takut bisa bersifat fisik dan bersifat psikis. Yang bersifat fisik adalah rasa takut karena menjaga keamanan tubuh. Seperti takut pada kereta yang tiba-tiba muncul di ujung rel, takut jatuh dari tebing, takut diterkam singa, takut tertusuk jarum, dan seterusnya.  

Takut jenis ini adalah jenis takut yang baik. Karena memotivasi kita untuk segera bertindak dalam situasi genting, meningkatkan kemungkinan survival kita dalam situasi hidup dan mati.

Ada juga rasa takut yang bersifat psikis. Seperti takut harapan tidak menjadi kenyataan, takut sesuatu yang kita sembunyikan muncul ke permukaan, takut terikat, takut dilupakan, takut apa yang akan terjadi setelah mati, dan sebagainya. Ada juga yang merasa takut pada hal-hal yang tidak biasa, seperti takut cacing, takut pada matahari, takut pada ruang tertutup, dan takut-takut lainnya, dan kita sebut ini sebagai fobia.

Ketakutan psikis inilah yang menghalangi kita dari hidup sepenuhnya, menghambat kita dari cita-cita dan tujuan yang harus kita capai, merusak irama hidup kita.

Saat kita kita takut pada hal-hal psikis, respon fisik kita sama dengan saat kita berhadapan dengan bahaya fisik. Adrenalin dan kortisol membanjiri otak, dan respon kita adalah flight or fight. Nah, apa yang akan terjadi jika kita membenamkan diri dalam ketakutan-ketakutan kita? Menunda hidup kita semata-mata karena kita takut untuk melangkah?

Karena adrenalin dan kortisol membanjiri otak secara terus-menerus, struktur otak kita akan berubah dan kontrol emosional akan menjadi labil. Jadi jangan heran, orang yang mengubur mimpi-mimpinya karena takut bisa berubah menjadi orang yang sensitif atau sulit mengendalikan diri.

Seberapa banyak dari kita yang menunda untuk benar-benar hidup hanya karena takut kita tidak layak untuk mimpi-mimpi kita? Seberapa banyak dari kita yang terpaksa melakukan sebuah pekerjaan hanya karena takut kita tidak akan mendapatkan yang lebih baik? Seberapa banyak diantara kita yang menunda mengatakan cinta hanya karena takut ditolak? Hehe..

 

Sadarkah kamu, setiap detik yang kamu lewati dalam rasa takut adalah detik-detik yang kamu sia-siakan dalam hidup? Bisa jadi, dalam kontinum ruang dan waktu yang lain, itu adalah detik dimana kamu sedang menjalani mimpimu atau bersama dengan orang yang kamu mau.

So?

Ketika lain kali kamu merasa takut, peluk saja rasa takut itu. Katakan, “Saya mengerti, Bro”, lalu persilakan dia ke pintu depan. “makasih nasehatnya looo..”, dan banting pintunya keras-keras.

Setelah itu, lakukan apa yang harusnya kamu lakukan!

 

Dalam proses mengejar mimpi, rasa takut pasti datang dan pergi. Okelah, cukup. Tahukah kamu bahwa balas dendam terindah itu dengan menunjukkan bahwa kamu bisa?

 

Bunuh rasa takutmu dengan semangat yang kamu punya!

Lakukan saja, BERHENTI MENUNDA HIDUP!

 

@dinarkarani

 

by Alfarisi Salman in Articles, Business
Youth Beat Creative Fest

SRI Road To Campus “Youth Beat Creative Fest”

Dalam rangka SRI Road To Campus, Shafira Retail Institute turut berpartisipasi dalam acara “Youth Beat Creative Fest” yang diselenggarakan oleh UNJANI. Untuk meningkatkan minat dan keterampilan mahasiswa menjadi creative preneur, acara ini juga dilengkapi dengan seminar public speaking for creative preneur.

Acara yang diikuti oleh lebih dari 70 peserta tersebut juga disi oleh professional trainer public speaking dari Shafira Retail Institute. Penyelenggaraan seminar ini juga sangat interaktif, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta kepada trainer. Widya LIbriawan (Public Speaking Trainer) juga memberikan jawaban dari banyak pertanyaan peserta terkait public speaking di dunia enurepreneurship. Selain itu materi yang disampaikan juga ringan, aplikatif dan juga diperlukan mahasiswa dalam kehidupan sehari harinya tertuma yang sedang memulai berwirausaha.

Dalam pelaksanaannya, Widya Libriawan mengungkapkan “Public speaking itu penting banget buat kehidupan sehari-hari terutama dalam berbisnis”. Shafira Retail Institute juga membuka kelas untuk umum yang ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai bisnis dan ritel “Dibeberapa waktu dekat ini kami akan membuka kembali beberapa pelatihan, ikutin aja terus timeline di website dan social media kita” tutur Zaki Isnaeni (Kamis, 17 Maret 2016).

by Alfarisi Salman in Articles, Events, News, Sales and Marketing

Alhamdulillah kemarin, 9 Februari 2016,  Shafira Retail Institute sudah selesai melaksanakan preview class di SMAN 9 Bandung. Baik peserta maupun pemateri, semuanya menikmati proses preview class yang cukup interaktif. Pemateri pada preview class ini adalah Triantono, salah seorang pengusaha muda ang cukup sukses dalam membina bisnisnya. Triantono saat ini masih berusia 23 tahun dan sudah memiliki 2 fashion brand (Giantxflames.com & Navara). Pada pelaksanaannya peserta sangat antusias mendengar pengalaman yang dibagikan oleh pria yang biasa disapa Tri. Tri juga membagikan beberapa buah produknya kepada peserta pelatihan.

Pada preview class kemarin, Triantono (CEO Giantxflames.com & Navara) sebagai pemateri  mengaku bahwa proses pelatihan seperti ini sangat diperlukan bagi generasi muda. Sebagaimana dikatakan Triantono (9/Feb), “saya sangat bersemangat untuk memberikan ilmu dari pengalaman saya agar generasi muda lebih bersemangat menjadi seorang pengusaha sukses”. Proses preview class yang diselenggarakan dalam tema “SRI Goes To You” sama sekali tidak memungut biaya baik kepada pihak sekolah ataupun siswa. SRI Goes To You merupakan bentuk kepedulian Shafira Corporation melalui Shafira Retail iInstitute kepada generasi muda Indonesia.

Shafira Retail institute akan selalu menyelenggarakan preview class setiap bulannya, jadi jika sekolah anda ingin kami kunjungi segera infokan kepada Shafira Retail Institute melalui contact info dibawah ini :

Email                     : iRetail@shafira.co.id

Phone                   : Widya Libriawan 087722447469

 

Preview Class Digital Preneur Di SMAN 9 Bandung

by Alfarisi Salman in Events, News, Videos
_MG_0146

Memulai Kontribusi, Shafira Retail Institute Buka Pelatihan Untuk Pelajar

BANDUNG, Menjawab tantangan yang  sering dikeluhkan generasi muda Indonesia belakangan ini, Shafira Retail Institute mencoba emberi solusi melalui pelatihan ringan bagi para pelajar. Pelatihan ini dikemas dalam bentuk preview class yang sederhana dan aplikatif.

Preview class perdana berjudul BERANI PAHAM, BERANI MENANG diselenggarakan di SMA Negeri 6 Bandung, 30 Januari 2016. Pelatihan yang menyasar siswi siswi kelas X, XI dan XII, ini diberikan hanya dalam waktu 50 menit, kepada lebih dari 100 peserta.

Materi yang diberikan adalah tantangan kepada para pelajar untuk menjawab tantangan era digital dimana dunia menjadi gemuk, panas dan sesak. Selain itu, dibahas pula mengenai rumus sederhana untuk menjadi mahasiswa yang aktifis dan enterpreneur. Rumus yang disebut sebagai Rumus ABCD ini adalah solusi yang bisa diaplikasikan oleh siapapun.

“Penting sekali bagi siswa untuk memahami bahwa hanya yang mampu beradaptasilah yang dapat memenangkan kompetisi. Dan penting bagi generasi muda kita untuk tampil aktif menjawab tantangan perubahan.” menurut pemateri, Dinar Surtikarani S.I.Kom. “Rumus sederhana yang kita berikan dalam preview class ini benar-benar akan berdampak positif bagi siswa, insyaAllah, jika diyakini dan diterapkan secara konsisten.” imbuhnya.

Ahmad Nashir Budiman S.H , selaku Direktur Eksekutif Shafira Foundation, menambahkan bahwa “Sebetulnya bersiap menghadapi kehidupan harus dimulai sedini mungkin. Banyak pakar yang kini sukses, dimulai dari pendidikan sejak dini. Hanya saja ,selama ini kita menerapkan logika buruh pabrik dalam pengarahan tujuan anak. Pelatihan seperti ini diperlukan untuk membenahi kekurangan dalam pengarahan dini dan difungsikan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik”.

Rencananya Shafira Retail Institute akan kembali mengunjungi beberapa sekolah di kota Bandung untuk kembali menyelenggarakan preview class di sepanjang medio Februari dan Maret 2016.

-SAF-

by Alfarisi Salman in Events, News
5 Cara Mudah Membangun Relasi web

5 Cara Mudah Membangun Relasi

5  CARA MUDAH MEMBANGUN RELASI

1. MINTA REKOMENDASI

Langkah mudah yang pertama adalah minta rekomendasi kepada orang yang kita kenal, bisa teman, sahabat, kolega atau bahkan klien.

Saat mengembangkan bisnis, jangan ragu untuk berkenalan dengan “teman dari teman kita”

2. PERBANYAK GRUP / KOMUNITAS

Saat memutuskan terjun kedalam sebuah bisnis, tentu yang kita harapkan adalah bisnis kita memiliki banyak konsumen dan diterima semua kalangan. Maka, langkah mudah yang kedua adalah perbanyak bergabung dengan grup atau komunitas yang tentunya bisa mendukung bisnis kita.

Suka tidak suka, kita akan bertemu dengan orang baru, belajar cara baru dan hal hal baru yang mengasah kemampuan kita.

3. IKUTI SEMINAR

Kadang, saat membangun bisnis kita disibukkan dengan operasional sehingga lupa untuk “membangun diri”. Berhentilah sesaat, dan ikuti seminar / pertemuan yang bisa memberikan sudut pandang baru untuk bisnis kita.

4. BERBAGI

Sekali waktu, cobalah berbagi dengan rekan yang memiliki bisnis juga. Pengalaman dan jam terbang orang lain, bisa menjadi nafas dan energi baru untuk kita dalam mengembangkan bisnis.

5. HADIRI EVENT

Jika membangun bisnis, yang kita lakukan hanya diam saja dan fokus pada bisnis kita, tentu kita akan terjebak menjadi subjektif. Cobalah hadiri event-event bisnis seperti pameran, talkshow dll, dimana anda punya kesempatan luas bertemu banyak orang baru. Jangan lupakan kartu nama anda.

(WidyaLibriawan)

by Alfarisi Salman in Articles

Setelah sekian lama berkecimpung di dunia komunikasi dan bisnis, kini Widya Libriawan adalah seorang Bisnis Owner yang sarat pengalaman. Bukan hanya perihal pengembangan bisnis, kita juga bisa belajar mengenai Professional Communication yang tentunya sangat kita butuhkan terutama dalam memperluas networking.

Ingin tahu lebih banyak mengenai komunikasi dan bisnis?

Segera hubungi kami di :

iRetail.shafira.com

-Widya Libriawan 087722447469
-Salman Al Farisi 082227122792

Jangan lupa follow juga social account Shafira Retail Institute

Perluas Networking Anda

by Alfarisi Salman in Videos