Category Archives: Articles

EAP

Extention Accelerate Program

Bergandengan tangan dengan para ahli sekaligus praktisi, Shafira Retail Intitute kini juga mendampingi para pekerja dalam program PRA PENSIUN sebagai aplikasi dari bisnis retail.

THE PROGRAM
SELF DEVELOPMENT

Identifikasi Pribadi dengan metode DISC, Perbandingan hasil identifikasi dengan minat, Outdoor Activation, Gala Dinner and Motivasi

MODEL BUSINESS KANVAS

Business Plan, Forecasting, Aplikasi

Facility

Hotel Bintang 5, Business Kit, Outdoor Activation, Merchandise, Transportasi

Coach

AHLI dan PRAKTISI dari bisnis retail

 

 

169 fix

Big Bang EduRetail 2016

Hadiri dan meriahkan acara Big Bang EduRetail 2016

Sebuah acara yang di sajikan dalam rangka menjadikan generasi muda yang peduli terhadap retail dan business. Big Bang EduRetail akan diselenggarakan pada 14 Juni 2016 dan akan dimeriahkan oleh kurang lebih 5000 peserta dari berbagai kalangan seperti siswa, mahasiswa maupun umum. Bekerjasama dengan FOKUS, Trans Studio Bandung dan beberapa pihak terkait, Big Bang EduRetail mengahdirkan nuansa baru dalam hal pendidikan retail yang bersifat massive seminar.

Selain itu, Ippho Santosa, salah satu International Trainer dan Mega Bestselling Author, akan hadir dengan tema seminar “Marketing With Love”. Dilaksanakan tepat seminggu setelah Ramadhan, Big Bang EduRetail juga mengahdirkan konser ngabuburit bersama Sheila On 7.  Peserta pelatihan juga dapat menyaksikan festival pelajar yang di rancang oleh FOKUS (Forum Komunkasi Siswa Kota Bandung).

Dengan Harga Rp. 250.000.- peserta sudah mendapatkan ;

  1. Seminar Ippho Santosa + Sertifikat
  2. Konser Ngabuburit Sheila On 7
  3. Wahana bermain Trans Studio Bandung
  4. Takjil Berbuka Puasa

Tiket dan informasi bisa didapatkan melalui :

Email                          [email protected]

WA/ Tlp                     082227122792

Ask And You Shall Receive 2

The Art of Getting More of What You Want

Kenapa orang-orang yang sukses itu selalu mendapatkan apa yang mereka minta saat mereka minta? Apa ada yang berbeda dari cara mereka meminta? Apakah ini ada hubungannya dengan kepribadian atau keberuntungan? Atau ini seni yang bisa dipelajari oleh siapapun?

Keterampilan untuk meminta dan mengatakan tidak adalah salah satu kunci sukses orang-orang hebat. Tapi dalam budaya timur, asking directly of what we want memang tidak didorong, dan seringnya malah dikerdilkan, dianggap tidak sopan.

Nah, mata jadi penting sekali bagi kita untuk belajar cara meminta dengan baik. Thus, increasing the odds of getting what we want.

 

SATU: TAHU APA YANG KAMU MAU 

 

Deeeuh, memangnya ada orang yang ga tahu apa yang dia mau? Banyak. Bahkan bisa jadi kebanyakan dari kita sebetulnya ngga tahu apa yang kita mau.

Contoh, saya ingin karir yang melesat, keluarga yang harmonis, dan uang yang banyak. Tapi, karir yang melesat ini karir yang macam apa? Apakah dalam karir yang sekarang, atau karir yang lain, secepat apakah melesat itu, dimanakah zenith-nya? Keluarga yang harmonis ini yang seperti apa? Uang yang banyak ini sebanyak apa?

Perjelas dulu dengan pasti apa yang kamu benar-benar mau. Contoh, daripada mengaburkan diri dengan bilang “ingin jadi dosen”, perjelas saja, “tahun depan saya InsyaAllah ingin mengajar di salah satu universitas swasta, menjadi dosen ilmu komunikasi”. Itu baru jelas.

 

DUA: PERJELAS KENAPA KAMU MENGINGINKAN ITU

 

Setelah mengetahui apa yang kita inginkah, periksa kembali ke dalam hati, mengapa kita menginginkan itu? Apakah yang saya minta ini sesuai dengan nilai yang saya pegang? Apakah sesuai dengan tujuan hidup saya?

Jika ternyata jawabannya “tidak”, tanyakan lagi kepada hati, kenapa kita mengejar itu? Apakah itu penting untuk dikejar? Apakah ada hal lain yang lebih penting untuk kita kejar?

Jika ternyata jawabannya “ya”, yakinkan diri sendiri, siapkah untuk meng-ekspos ‘kelemahan’ kita? Karena saat kita meminta sesuatu sejatinya kita sedang menempatkan diri pada pihak yang membuka kelemahan. (Saya memerlukan sesuatu, dan kamu bisa memberikan apa yang saya mau).

Menampakan kelemahan itu baik. It’s part of being human, and it’s a very humbling experience.

 

TIGA: MINTA, SERIUS, MINTA SAJA

 

Jangan muter-muter dulu, ngga perlu cerita dari A ke Z, disambung ke A’ dan Z’. Serius, langsung minta aja. Kebanyakan dari kita ngga bisa membaca pikiran, dan malu untuk mengambil kesimpulan, jadi permudah sajalah. Tak perlu pakai kata bersayap, tak perlu pakai berpantun.  

 

EMPAT: LANGSUNG, JELAS DAN SPESIFIK

 

Sama dengan tips menulis, sedapat mungkin coba lengkapi unsur 5W+1H.

    What   : Apa yang kamu minta

    Why    : Kenapa kamu menginginkan itu

    When  : Kapan kamu menginginkan itu terjadi

    Where : Dimana kamu menginginkan itu terjadi

    Who    : Siapa yang kamu inginkan

    How    : Bagaimana cara mendapatkannya

Ngga perlu semua, selengkap yang kamu bisa aja.

 

lIMA: MINTA PADA ORAG YANG TEPAT

 

Nah, ini kunci-nya. Sebelum secara impulsif meminta jodoh pada setiap orang yang lewat di newsfeed, bukankah lebih baik meminta kepada orang yang benar-benar bisa mem-provide jodoh? Ustadz, misalnya. Hehe…

Serius nih, jika kamu ingin mendapatkan pendanaan untuk sebuah acara sosial, daripada email blast atau sms blast ke seluruh kontak, lebih hemat tenaga dan menyenangkan buat semua orang jika kamu bertemu para pemilik perusahaan atau pemimpin organisasi.

 

ENAM: TAMPILKAN PERMINTAAN DALAM BERBAGAI KESEMPATAN

 

Serius, iklan aja diulang-ulang, padahal ngga penting. Apalagi permintaan yang sesuai dengan nilai dan tujuan hidup. Sebisa mungkin, dalam berbagai kesempatan, ulangi permintaanmu.

Ganti aja redaksinya, biar orang yang mendengarnya ga bosen. Bikin setting yang memungkinkan orang ingat kamu saat mengingat objek yang kamu minta.

Seberapa sering? Sesering mungkin. 😀

 

TUJUH: FOLLOW-UP

 

Setelah minta, jangan lupa untuk meminta komitmen atas permintaan kamu.  Tindak-lanjuti permintaanmu, jangan dibiarkan sebatas wacana.

Follow-up adalah salah satu disiplin dalam mendapatkan yang kamu mau. Tidak setiap orang menindak-lanjuti permintaan mereka. Ya tembak aja, kemudian ditinggal. Hehe.. ngok banget.

Tips melakukan follow-up adalah dengan menanyakan:

  • Apakah situasi mendukung konteks dan konten permintaan? Jika konteks situasinya sedang rapat mengenai kericuhan internal -misalnya- adalah sangat tidak bijak jika kamu memutuskan untuk follow-up permintaan naik gaji.  
  • Apakah waktunya tepat? Jika si Boss lagi terlihat pusing, adalah sangat tidak bijak untuk memfollow-up permintaan naik gaji. Hehe..
  • Apakah saya sudah cukup pede? Kepercayaan diri itu penting saudara-saudara. Bayangkan kamu masuk ke ruangan si Boss untuk follow-up kenaikan gaji dengan bahasa tubuh yang ragu-ragu. Hmm, tidak meyakinkan. In order for people to be convinced about what you ask, you have to convince your self first.
  • Apakah saya siap bernegosiasi? Negosiasi adalah penting dalam follow-up. Selalu berikan ruang untuk negosiasi. Berikan alternatif dan opsi. Tapi jangan terlalu banyak. Tiga adalah jumlah opsi terbanyak.
  • Apakah saya siap berkomitmen? Negosiasi pasti menghasilkan komitmen. Mungkin si Boss akan minta kamu untuk bikin program kerja 100 hari jika kamu mendapatkan promosi yang kamu mau. Are you willing to do it? If yes, then hell yeah, congratulation! You just got your self a raise!

 

DELAPAN: FOLLOW-TROUGH

 

Setelah kamu mendapatkan apa yang kamu minta, please, follow-through semua komitmen yang kamu berikan.

Kembali ke contoh naik gaji. Jika kamu berkomitmen untuk melakukan program kerja 100 hari setelah berhasil mendapatkan promosi, ga ada pilihan lain bagi kamu selain melakukannya. Ini adalah disiplin lain yang dimiliki orang-orang hebat. Do follow-through. Do what you said you’ll do. Most people don’t.

 

Mudah-mudahan dengan menerapkan tips-tips di atas, kamu jadi lebih mudah mendapatkan apa yang kamu mau. May your dreams be near!

Be BRAVE to ASK ya guys!

@dinarkarani

BERHENTI MENUNDA HIDUP

Berhenti Menunda Hidup

Setiap manusia normal pasti mengalami rasa takut. Rasa takut bisa bersifat fisik dan bersifat psikis. Yang bersifat fisik adalah rasa takut karena menjaga keamanan tubuh. Seperti takut pada kereta yang tiba-tiba muncul di ujung rel, takut jatuh dari tebing, takut diterkam singa, takut tertusuk jarum, dan seterusnya.  

Takut jenis ini adalah jenis takut yang baik. Karena memotivasi kita untuk segera bertindak dalam situasi genting, meningkatkan kemungkinan survival kita dalam situasi hidup dan mati.

Ada juga rasa takut yang bersifat psikis. Seperti takut harapan tidak menjadi kenyataan, takut sesuatu yang kita sembunyikan muncul ke permukaan, takut terikat, takut dilupakan, takut apa yang akan terjadi setelah mati, dan sebagainya. Ada juga yang merasa takut pada hal-hal yang tidak biasa, seperti takut cacing, takut pada matahari, takut pada ruang tertutup, dan takut-takut lainnya, dan kita sebut ini sebagai fobia.

Ketakutan psikis inilah yang menghalangi kita dari hidup sepenuhnya, menghambat kita dari cita-cita dan tujuan yang harus kita capai, merusak irama hidup kita.

Saat kita kita takut pada hal-hal psikis, respon fisik kita sama dengan saat kita berhadapan dengan bahaya fisik. Adrenalin dan kortisol membanjiri otak, dan respon kita adalah flight or fight. Nah, apa yang akan terjadi jika kita membenamkan diri dalam ketakutan-ketakutan kita? Menunda hidup kita semata-mata karena kita takut untuk melangkah?

Karena adrenalin dan kortisol membanjiri otak secara terus-menerus, struktur otak kita akan berubah dan kontrol emosional akan menjadi labil. Jadi jangan heran, orang yang mengubur mimpi-mimpinya karena takut bisa berubah menjadi orang yang sensitif atau sulit mengendalikan diri.

Seberapa banyak dari kita yang menunda untuk benar-benar hidup hanya karena takut kita tidak layak untuk mimpi-mimpi kita? Seberapa banyak dari kita yang terpaksa melakukan sebuah pekerjaan hanya karena takut kita tidak akan mendapatkan yang lebih baik? Seberapa banyak diantara kita yang menunda mengatakan cinta hanya karena takut ditolak? Hehe..

 

Sadarkah kamu, setiap detik yang kamu lewati dalam rasa takut adalah detik-detik yang kamu sia-siakan dalam hidup? Bisa jadi, dalam kontinum ruang dan waktu yang lain, itu adalah detik dimana kamu sedang menjalani mimpimu atau bersama dengan orang yang kamu mau.

So?

Ketika lain kali kamu merasa takut, peluk saja rasa takut itu. Katakan, “Saya mengerti, Bro”, lalu persilakan dia ke pintu depan. “makasih nasehatnya looo..”, dan banting pintunya keras-keras.

Setelah itu, lakukan apa yang harusnya kamu lakukan!

 

Dalam proses mengejar mimpi, rasa takut pasti datang dan pergi. Okelah, cukup. Tahukah kamu bahwa balas dendam terindah itu dengan menunjukkan bahwa kamu bisa?

 

Bunuh rasa takutmu dengan semangat yang kamu punya!

Lakukan saja, BERHENTI MENUNDA HIDUP!

 

@dinarkarani

 

Youth Beat Creative Fest

SRI Road To Campus “Youth Beat Creative Fest”

Dalam rangka SRI Road To Campus, Shafira Retail Institute turut berpartisipasi dalam acara “Youth Beat Creative Fest” yang diselenggarakan oleh UNJANI. Untuk meningkatkan minat dan keterampilan mahasiswa menjadi creative preneur, acara ini juga dilengkapi dengan seminar public speaking for creative preneur.

Acara yang diikuti oleh lebih dari 70 peserta tersebut juga disi oleh professional trainer public speaking dari Shafira Retail Institute. Penyelenggaraan seminar ini juga sangat interaktif, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta kepada trainer. Widya LIbriawan (Public Speaking Trainer) juga memberikan jawaban dari banyak pertanyaan peserta terkait public speaking di dunia enurepreneurship. Selain itu materi yang disampaikan juga ringan, aplikatif dan juga diperlukan mahasiswa dalam kehidupan sehari harinya tertuma yang sedang memulai berwirausaha.

Dalam pelaksanaannya, Widya Libriawan mengungkapkan “Public speaking itu penting banget buat kehidupan sehari-hari terutama dalam berbisnis”. Shafira Retail Institute juga membuka kelas untuk umum yang ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai bisnis dan ritel “Dibeberapa waktu dekat ini kami akan membuka kembali beberapa pelatihan, ikutin aja terus timeline di website dan social media kita” tutur Zaki Isnaeni (Kamis, 17 Maret 2016).

5 Cara Mudah Membangun Relasi web

5 Cara Mudah Membangun Relasi

5  CARA MUDAH MEMBANGUN RELASI

1. MINTA REKOMENDASI

Langkah mudah yang pertama adalah minta rekomendasi kepada orang yang kita kenal, bisa teman, sahabat, kolega atau bahkan klien.

Saat mengembangkan bisnis, jangan ragu untuk berkenalan dengan “teman dari teman kita”

2. PERBANYAK GRUP / KOMUNITAS

Saat memutuskan terjun kedalam sebuah bisnis, tentu yang kita harapkan adalah bisnis kita memiliki banyak konsumen dan diterima semua kalangan. Maka, langkah mudah yang kedua adalah perbanyak bergabung dengan grup atau komunitas yang tentunya bisa mendukung bisnis kita.

Suka tidak suka, kita akan bertemu dengan orang baru, belajar cara baru dan hal hal baru yang mengasah kemampuan kita.

3. IKUTI SEMINAR

Kadang, saat membangun bisnis kita disibukkan dengan operasional sehingga lupa untuk “membangun diri”. Berhentilah sesaat, dan ikuti seminar / pertemuan yang bisa memberikan sudut pandang baru untuk bisnis kita.

4. BERBAGI

Sekali waktu, cobalah berbagi dengan rekan yang memiliki bisnis juga. Pengalaman dan jam terbang orang lain, bisa menjadi nafas dan energi baru untuk kita dalam mengembangkan bisnis.

5. HADIRI EVENT

Jika membangun bisnis, yang kita lakukan hanya diam saja dan fokus pada bisnis kita, tentu kita akan terjebak menjadi subjektif. Cobalah hadiri event-event bisnis seperti pameran, talkshow dll, dimana anda punya kesempatan luas bertemu banyak orang baru. Jangan lupakan kartu nama anda.

(WidyaLibriawan)

5 solusi mandeg

5 Solusi Bisnis MANDEG

“5 SOLUSI BISNIS MANDEG”

 

  1. Kurang Cerdik!

Salah satu mental ‘juara’ yang biasa dialami oleh para pebisnis (terutama yang masih muda kayak sobat semua), adalah KEGAGALAN MELIHAT PELUANG EMAS.

Kegagalan melihat peluang emas ini bisa jadi karena kita memakai kacamata kuda. Kita menganggap bisnis ini hanya bisa berkutat di area yang sudah kita batasi, sehingga pengembangan yang seharusnya bisa kita garap malah kita abaikan.

Tipsnya adalah Latih mata dan hati untuk melihat peluang, sekecil apapun.

Tapi ada lagi alasan lain di area kecerdikan, dan ini lebih tricky karena agak saru dengan melihat peluang, yaitu jelalatan. Lah, jelalatan gimana, Sob?

Jelalatan artinya tidak fokus. Setiap ada ‘peluang’ kita garap, meski itu bukanlah kompetensi utama bisnis kita. Hmmm, bingung bedain ‘jelalatan’ dengan ‘melihat peluang’? Sikat contoh dibawah ini.

Saya suka banget yoghurt dan saya supplier yoghurt untuk beberapa restoran sunda. Pada suatu hari, ketika berselancar di instagram, saya melihat usaha restoran ala-ala ternyata lagi hits. Karena saya mainnya di yoghurt dan menjadi supplier untuk beberapa restoran sunda, saya kepikiran untuk bikin restoran juga. Biar sekalian gitu bikin supplier buat diri sendiri, kan keren.

Nah, itu Sob, namanya jelalatan!

Kenapa jelalatan? Karena restoran bukanlah kompetensi utama saya. Kompetensi utama saya di produk olahan susu. Ketika saya bisnis restoran, kompetensi utamanya haruslah jasa membuat masakan dan melayani pelanggan. Kefir OKE, Restoran NOT OKE.

Tips yang selanjutnya yaitu Kembangkan kompetensi utama bisnis kita, jangan gampang tergiur bidang yang tidak ada kaitannya.

  1. Truth be told

Tidak ada orang yang mau bekerja untuk dimarah-marahi, dan diinjek-injek (kecuali situ maksudnya buat mijitin).

Truth be told, ya. Yang butuh karyawan itu Anda atau mereka?

Mereka punya pilihan untuk bekerja di tempat lain, sementara Anda tidak punya banyak opsi dan keleluasaan untuk menjaring karyawan terbaik. Ayolah, Anda belum sekelas Google, toh? Anda lebih butuh mereka dibandingkan mereka butuh Anda.

Dan punya karyawan itu bukan sesuatu yang membanggakan, lho. Karena memiliki karyawan artinya Anda terbukti GAGAL melakukan bisnis sendirian. Mereka hadir untuk membantu Anda. Mereka adalah aset terbesar Anda.

Lah terus, kalau karyawan Anda ternyata sulit diatur dan lain sebagainya, yang salah siapa? Mereka atau Anda?

Sebagai pemimpin, ya tunjuk hidung Anda sendiri.

Lha, Anda cara mimpinnya gimana??

So, tipsnya pertamanya adalah : Be Bro and Respectful!

Kedekatan personal penting banget, Sob. Karena semakin dekat Anda dengan karyawan, semakin tinggi engagement mereka terhadap bisnis Anda. Semakin tinggi engagement, akan semakin keras usaha mereka untuk mencapai target bisnis!

Coba inget-inget jaman masih jadi kuli perusahaan dulu, pernah ngga dapet bos yang ngeselin? Yang ngasih deadline, lalu main marah begitu ngga mencapai target? Yang ngga pernah nanya kabar, yang ngga pernah mau duduk semeja, yang ngga pernah ngedengerin usulan?

Sekarang inget-inget bos asik yang bikin betah ngelembur malem-malem. Yang kalau datang sambil nyapa, yang pintunya terbuka lebar buat ditanya, yang menasehati dibalik dinding agar yang lain ngga mendengar?

Mau pilih jadi bos yang mana?

Etapi, Be Bro and Respectful bukan berarti tidak tegas ya, Sob.

Tips keduanya adalah : How, not What.

Jangan gara-gara pengen jadi Boss keren, Anda ngga menetapkan target, ngga negur ketika ada yang kurang sempurna, dan ngga memberikan arahan. Fungsi kepemimpinan harus tetap dijalankan. Yang terpenting adalah menggunakan cara yang tepat.

Ada contoh yang menarik:

Jika saya meminta karyawan saya beli pispot baru yang masih diplastikin, dan saya minta pispotnya direndam dalam air mendidih selama 15 menit agar kuman hilang, pispot ini nantinya bersih ngga? Bersih dong.

Nah, kemudian saya minta karyawan saya yang lain bikin sayur sop, yang uenak banget. Pas saya cicipi, rasanya seger hangat pas gimanaa gitu. Hehe.. Ngiler ga?

Si sayur sop ini saya tuang ke pispot bersih tadi.

Plung!

Mau makan ga?

Nggaaaa!

Hehe, jadi yang penting CARANYA bukan ISINYA. Sekeren-kerennya isi, kalau disajikan dengan MENYEBALKAN, ngga akan ditelen. Sumpah.

  1. Rasa Egois kamu!

Sahabat ritel, terkadang ketika memimpin bisnis kamu melupakan satu hal yaitu ego. Dalam menjalankan sistem kamu selalu memandang sebelah mata akan semua yang berada disekitar lingkungan kerja, sehingga apa yang telah dilakukan akan kurang berjalan mulus.

Coba sekarang sebutin semua bagian hal penting dalam bisnis kamu! Apa semuanya sudah benar-benar disebutkan sahabat ritel?

Apa ego kamu udah masuk dalam list yang kamu buat?

Yups itu adalah salah satu faktor yang sebenarnya penting sob dalam bisnis kamu sekarang, dan ini lengkapnya deh satu lagi tips dari kita.

Tipsnya adalah Sayangi Lingkunganmu

Sobat Ritel, tempat bisnis kamu beserta lingkungan dan seluruh elemen yang berada disitu merupakan satu kesatuan loh yang harusnya menjadi salah satu fokus penting kamu dalam menjalankan bisnis, karena semua itu berperan penting dalam bisnis kamu.

Bisnis kamu bakalan sehat kalo emang kamu yang mimpinnya bisa kendaliin semua yang menjadi elemennya, termasuk karyawan dan lingkungan.

Kamu harus mulai mendekatkan diri pada karyawan, mengerti dan lebih banyak mendengar adalah kuncinya. yakin deh ketika kamu sudah dekat dan mengerti karyawan, maka dengan sendirinya mereka akan menghormati dan nurut sama semua perintah kamu sebagai pimpinan.

dan tips selanjutnya : Tanam dan Panen

Percayalah seorang pemimpin itu akan selalu jadi panutan dari karyawannya, maka ketika kamu memberikan contoh yang kurang baik jangan heran ketika kamu menemukan salah satu karyawan kamu yang kurang teladan dan disiplin.

Tularkan dan selalu berikan contoh keteladanan buat karyawan-karyawan kamu, maka dengan sendirinya kamu akan merasakan feedback dari semua kebaikan yang ditularkan pada karyawan-karyawan kamu.

Ingat yaa sob, team atau karyawan kamu sekarang sebenarnya adalah cerminan dari seorang pemimpinnya sendiri, yaitu kamu.

  1. Kamu Bukan Super Boss

Hai sobat ritel, kenapa bisnis kamu masih saja belum ada kemajuan dan hanya bisa berjalan tanpa berkembang? ayo cek kembali apakah sudah check dan recheck lagi semua kerjaan dari masing – masing karyawan kamu?

Sobat ritel ketika kamu mau mengembangkan bisnis, maka yang perlu kamu ketahui adalah “kamu adalah pejuang”. Kebanyakan pada awal kita berbisnis, kita tidak ingin orang banyak tahu tentang bagaimana cara melakukan bisnis anda yang sesuai dengan harapan anda. Sehingga pada pelaksanaannya, kamu justru mengambil alih pekerjaan yang tidak harus kamu lakukan sendiri.

Banyak diantara kita sebagai pelaku bisnis yang memaksakan sesuatu berdasarkan apa yang kita ketahui untuk meraih semua ekspektasi yang ada di benak kita. Disamping itu juga kita tidak menghiraukan dan juga meragukan apa yang dilakuan team yang kita miliki.

Sadar gak sih? Kamu justru membebani diri kamu sendiri dan memaksanya semaksimal mungkin tanpa memperhitungkan tujuanmu memiliki team. “This is not being the best player” tapi ni berkaitan tentang menciptakan team yang terbaik. Masalah tersebut tentulah dapat kamu atasi dengan baik.

Percaya atau tidak, dengan masalah tersebut kamu justru memperlambat perkembangan bisnis kamu guys.

Tipsnya sekarang Lakukan Perubahan

Guys kamu itu ga bakalan selamanya handle bisnis sendirian, kamu udah mesti belajar kasih kepercayaan lebih sama karyawan kamu. Gak selamanya materi yang ada di kepala kamu cocok untuk kamu tuangkan kedalam bisnismu.

Saatnya kamu turun tangan untuk memperkaya pengetahuan team kamu dan juga berdiskusi dengan mereka tentang goals kamu tentang bisnis kamu. Guys sdm yang kamu punya sekarang adalah aset perusahaan yang harus kamu manfaatkan, jadi dengan membuka pemikiran positif kamu harusnya mulai dari sekarang memberi kesempatan kepada sdm untuk mengembangkan diri dan kemampuannya dengan demikian bisnis kamu bakalan lebih menuju ke arah yang lebih baik.

Lakukan perubahan pada cara pandang dan berpikir kamu sahabat ritel, berikan kesempatan pada karyawan kamu dengan promosi jabatan atau tanggung jawab yang lebih besar. Dengan sikap seperti itu kamu akan dapat banyak nilai positif.

Jadi ini adalah saatnya untuk kamu berubah, berikan pengetahuan yang lebih dan  kepercayaan untuk team kamu guys. Kemudian rubah cara berfikirmu untuk lebih mengutamakan efisiensi waktu.

  1. Open Mind

Tau ga sih sebenernya kamu punya banyak banget potensi dalam diri kamu, coba lebih berani deh dan yakin kamu pasti bisa lebih baik dari kamu sekarang. Karena kenapa?!

Berani ini salah satu kunci dari BRAVE, dan BRAVE itu kunci untuk kita menjadi sukses. Percaya deh.

Terkadang kita terlalu melihat pekerjaan orang lain sebagai sesuatu yang luar biasa, kemudian hal tersebut justru membuat anda minder. pada akhirnya anda malu untuk melakukan sesuatu karena anda rasa anda sudah kalah telak dari seseorang yang anda jadikan benchmark.

Masalahnya adalah, kamu tidak menemukan cara terbaik untuk mengatasi rasa malu ataupun minder anda. Sehinggal kamu tidak dapat melangsukan ataupun menjalankan ide-ide kreatif yang kamu impikan sejak lama. Ayolah kawan, kemampuan kamu tidak hanya mengagumi cipta karya orang lain, saat nya anda untuk berubah survive dan membuktikan bahwa “Kamu Luar Biasaaa”

Tispnya adalah Kamu Luar Biasa

Berani itu sangat diperlukan untuk kemajuan bisnis, karena keberanian adalah bagian penting dari sebuah bisnis. Dicontohkan ketika kamu harus berani untuk mengambil tindakan atau keputusan yang berdampak terhadap kemajuan bisnis kamu. Kesempatan itu tidak mungkin kamu lewatkan karena kesempatan tidak akan pernah dua kali.

Maka dari itu mari kita tingkatkan keberanian didalam diri kita untuk menjadi lebih baik dan akhirnya anda bisa bersaing dengan mimpi-mimpi bisnis anda saat ini. melangkah dengan berani cara nya adalah, kamu harus menghargai setiap apa yang telah anda lakukan dan berikan apresiasi untuk hal tersebut. Secara otomatis kamu akan merasa bahwa “kamu luar biasa”. Dan hal tersebut juga cenderung membuat kamu lebih percaya diri untuk melakukan tugas berikutnya. Dari keberanian dan kepercayadirian yang telah kamu bangun, anda akan lebih dinamis dan aktif.

Sebagai penyeimbang rasa keberanian dan percaya diri yang sudah kamu bangun, kamu harus juga didukung oleh kemampuan dan persiapan terlebih dahulu, karena apabila keberanian tanpa mempunyai persiapan dahulu itu namanya ceroboh. Maka dalam mengambil suatu kesimpulan kamu hendaklah mempelajarinya dan mendiskusikannya terlebih dahulu kepada rekan bisnis karyawan kamu sehingga di akhir keputusan akan menyimpulkan sesuatu yang terbaik.

Jadi mulai sekarang ayo latih lagi rasa keberanian kamu, dan kamu akan menjadi bagian dari Generation of BRAVE

Berani ketika kita ingin memajukan usaha atau bahkan ingin menjadikan usaha kita lebih baik lagi itu langkah awal untuk kita menjadi sukses.

4 Cara cerdik bangun personal branding

4 Cara Cerdik Bangun Personal Branding

Bisnis, tentunya selalu menarik untuk disimak. Hal pertama yang harus kita pahami dalam berbisnis adalah “ orang ingin berbisnis dengan orang BUKAN  perusahaan “ . Jadi , bagaimana mengembangkan kemampuan atau nilai seseorang dalam Personal Brand adalah hal yang harus kita cermati .

Dalam bisnis, nilai sebuah “brand”, merupakan faktor yang sangat penting . Bagaimana anda mengemasnya hingga disampaikan kepada publik , tentunya adalah faktor utama .Namun, diluar itu semua, yang terpenting adalah bagaimana anda sebagai pelaku bisnis, menampilkan citra anda.

Saat ini, personal branding memiliki nilai tinggi, karena faktanya publik lebih memilih percaya kepada orang dibandingkan perusahaan .Bahkan, personal branding yang baik, akan memberikan reputasi yang baik pula kepada perusahaan  .

Ini dia, 4 Hal cerdik yang bisa kita lakukan

  • DETAILKANBISNIS

Sebelum mengembangkan bisnis, yang harus dipahami adalah “kita ingin dikenal sebagai apa ?” . Buat hal yang detail misalnya marketing apartemen , atau guru les piano. Dengan membuat detail pada bisnis kita , secara tidak langsung membantu membentuk personal brand kita

  • BANGUN REPUTASI

Setelah membuat detail pada bisnis, sekarang saatnya anda membangun reputasi. Mulai dengan hal yang paling “menjual” dari bisnis anda. Lalu , buat ulasan dan rilis kepada publik. Biarkan publik membuat opini dan membuat nilai pada bisnis anda.

Semakin sering anda mengulas detail dari bisnis anda, semakin publik penasaran dan tertarik dengan orang dibelakang bisnisnya, yaitu ANDA.

  • CITRAKAN DIRI

Segera, setelah publik mulai mengenal bisnis anda, lalu kemudian membicarakan anda sebagai pemilik bisnisnya, bangun “bonding” melalui sosial media. Interaksi yang intens, dan pola komunikasi yang hangat, membuat nilai tambah untuk bisnis anda.

Kedekatan emosional yang dibangun antara pelaku bisnis dengan publik ( dalam hal ini konsumen ) membentuk opini positif yang berujung pada peningkatan citra.

  • TRUE STORY

Jika bounding sudah tercipta, yang anda butuhkan andalah memelihara kedekatan emosional. Buat orang percaya dengan sejarah bisnis anda yang real . INGAT! Orang ingin berbisnis dengan orang bukan dengan perubahan. Jadi , biarkan publik yang mempertegas personal brand anda.

Itulah 4 hal yang perlu anda lakukan untuk meningkatkan personal branding terutama dalam berbisnis.

Semoga bermanfaat dan bisa membantu anda. Jika anda ingin mengetahui dan mempelajarinya lebih lanjut, mari bergabung bersama Shafira Retail Institute

-Widya Libriawan-

poster

BRAVE TOUR OF JAVA

BRAVE TOUR OF JAVA (Becoming Brave)

Setelah berhasilnya pelatihan MDRL untuk pembukaan toko Hijab Factory (Jl. Pelajar Pejuang 45 no 25, Bandung) Desember lalu, kini Shafira Retail Institute menyelenggarakan pelatihan B.R.A.V.E Retail Person di beberapa area sekitar pulau Jawa. Pelatihan kali ini diselenggarakan untuk beberapa Brand muslim fashion ternama di Indonesia seperti Shafira, Zoya dan Mezora dll. Continue reading…

retail-manager_600x315

The Right Approach of Sales Strategy

The Right Approach of Sales Strategy

Sebuah bisnis retail tentulah berkembang dengan didampingi marketing yang baik. Dewasa ini seorang pebisnis wajib mengetahui banyak aspek yang mempengaruhi berkembang atau tidaknya bisnis yang dijalaninya. Berikut kami akan memamaparkan sebuah business strategy dasar yang bisa diterapkan dimanapun anda berbisnis. Kunci yang anda miliki dalam strategiini hanyalah tiga point penting.

Yang pertama sales strategy, anda wajib menentkan sales strategy yang baik. Hal tersebut berkaitan tentang mengetahui target pasar yang anda tuju dan skala waktu berkembangnya bisnis anda. Setelah anda dapat memprediksi kedua hal tersebut anda haruslah berfikr realistis dan tidak hanya tengelam dalam mimpi- mimpi yang anda buat di meja kesayanan anda.

Point pendting kedua adalah “Understand yor market” pahami client/ customer anda. Caranya, cari tahu tentang apa yang customer anda sukai dan minati. Kemudian pelayanan ang sepert apa yang mereka dambakan yang mesti anda hadirkan dalam bisnis anda. Setelah beberapa hal terseut anda ketahui, lanjutkan unuk mencari tahu waktu, lokasi dan cara customer anda mencari kebutuhan.

Point ketiga adalah, “concentrate on generating profitable business”. Yang perlu anda lakukan pertama adalah mengkategorikan customer yang loyal dan memberikan kontribusi penjualan yang tinggi. Untuk lebih memudahkan anda bias membuat criteria untuk customer aktif bagi bisnis anda. Yang terpenteing dalam point ini adalah monitoring trend dan aktifitas competitor anda.